Danrem 042/Gapu : Manfaatkan Medsos untuk Membangun dan Menjaga Kedaulatan Bangsa

Kodimbute.com, Jambi – TNI memiliki tugas pokok yaitu menegakkan kedaulatan negara,mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah
darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan
negara, yang harus dilandasi dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

Disisi lain setiap Isteri Prajurit yang bernaung di bawah lambang Persit Kartika
Chandra Kirana harus memiliki sifat dan watak yaitui pertama Suci, setia, sepi
ing pamrih, rame ing gawe, kedua Ikhlas, rela, bijaksana, dan cendekia dan
ketiga Berani dan bertanggung jawab. Keseluruhan lambang berarti Persit
Kartika Chandra Kirana membantu tugas prajurit TNI Angkatan Darat sebagai
senjata pamungkas yang selalu setia pada sumpahnya untuk menjaga
keselamatan negara dan bangsa dari martabatnya.

Hal tersebut disampaikan Komandan Korem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis
Rudy saat memberikan Jam Komandan dihadapan 1150 orang Prajurit
(Perwira, Bintara dan Tamtama), PNS serta Persit jajaran Korem 042 Garuda
Putih di Balai Prajurit Korem 042 Garuda Putih Jalan Jenderal Urip Sumoharjo
Sungai Putri, Telanaipura, Kota Jambi, Senin siang (14/10/2019).

Lebih lanjut Danrem mengatakan bahwa Prajurit TNI (dari Tamtama s d
Perwira Tinggi) dan Persit merupakan satu kesatuan yang saling mendukung
dan tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan prajurit dan keluarganya. Ini harus
dipedomani bersama. Jadi suami adalah pembina serta isteri mendukung
suami dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagai Prajurit TNI yang
dilandasi oleh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Setiap anggota Persit juga
harus tahu tugas pokok suaminya, tidak boleh terlepas dari konteks tersebut,
ujar Danrem

Memang tidak mudah menjadi isteri prajurit TNI, banyak suka dan dukanya.
Terkadang persit harus menjadi benteng keluarga digaris belakang saat
suaminya bertugas. Itulah pengabdian mulia seorang Persit yang secara tidak
langsung juga merupakan pengabdian kepada bangsa dan negara dengan
mendukung suaminya agar sukses melaksanakan tugasnya. Itulah
kebanggaan Persit KCK. Sebagai benteng keluarga, persit juga harus kuat dan
bijak dalam membentengi dirinya dan keluarga dari segala tantangan masa
kini yang dapat menggagalkan tugas suami dalam menegakkan kedaulatan
negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta
melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari segala
macam ancaman dan gangguan. Termasuk juga membantu suami dalam
menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga, ujar Danrem.

Danrem juga menyampaikan bahwa hehidupan prajurit TNI dan keluarga juga
tidak bisa terlepas dari perkembangan teknologi, termasuk penggunaan
Gadget untuk bermedia sosial. Memang kita akui bahwa penggunaan media
sosial oleh prajurit TNI dan keluarganya, sedikit banyak telah membantu
meningkatkan pemahaman masyarakat dunia tentang TNI, pada saat yang
sama pemanfaatan medsos oleh prajurit TNI juga dapat meningkatkan
kepekaan, kepedulian dan wawasan prajurit terhadap perkembangan dinamika
situasi di seantero dunia, namun karena sifatnya yang terbuka dan merupakan
ruang publik yang mudah diakses siapa saja, jika tidak dilakukan dengan
benar, cermat dan waspada, maka penggunaan media sosial juga dapat
membawa hal buruk, bahkan membahayakan bagi diri pribadi maupun satuan,
ujar Danrem.

Lebih lanjut Danrem mengungkapkan bahwa permasalahannya bukan kenapa
dan bagaimana kita menggunakan media sosial tetapi bagaimana kita
memanfaatkan media sosial secara tepat dan bijak. Tidak ada larangan
penggunaan media sosial oleh prajurit dan keluarganya. Tetapi pastikan
pemanfaatan media sosial membawa manfaat positif dan konstruktif bagi kita
semua,

Kepada seluruh Prajurit, PNS dan Persit jajaran Korem 042/Gapu harus tetap
berpedoman pada nilai-nilai Dasar Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, kita
harus senantiasa setia kepada NKRI dan menjaga rahasia tentara sekeras
kerasnya. pada saat offline atau online, ketika berdinas maupun tidak,
dimanapun dan kapanpun kita hendaknya bertindak sesuai norma hukum,
benar dan profesional. Pastikan selalu menggunakan bahasa yang santun
sesuai dengan norma kepantasan sebagai bangsa yang beradab dan
berbudaya, ujar Danrem.

Terakhir Danrem juga mengingatkan kepada Prajurit, PNS maupun Persit di
lingkungan jajaran Korem 042 Gapu dilarang melanggar aturan pengamanan
berita, kegiatan maupun pengamanan material dengan mengumbar informasi
yang bersifat sensitif yang diperoleh dari satuan/institusi militer.
Dilarang mengecam atau mendiskreditkan Institusi Pertahanan/Militer,
termasuk mencari informasi yang bersifat sensitif dan provokatif. Dilarang
menshare informasi resmi tentang pertahanan. Dilarang komplain tentang
kebijakan pertahanan/pimpinan TNI atau memberikan opini tentang kebijakan
pemerintah, dilarang mengungkap lokasi kegiatan operasi militer, dilarang
menulis sesuatu yang menunjukkan kemarahan, penghinaan atau reaksi yang
berlebihan, dilarang menampilkan atau menulis yang bersifat diskriminasi atau
mengandung unsur Sara dan dilarang memplagiat tulisan/postingan orang lain,
kata Danrem.

“Berpikirlah sebelum bertindak, Media Sosial mengubah wajah dunia informasi
tak terbendung namun adalah penting jangan mudah percaya atas berita yang
anda baca sehingga ingin segera menyebarkannya. Cek kebenarannya jangan
lakukan jika bersifat fitnah, menebar kebencian atau memecah-belah. Jadilah
penebar kedamaian serta manfaatkan Medsos untuk Membangun dan
Menjaga Kedaulatan Bangsa”, tutup Danrem.

Pada saat Jam Komandan tersebut, Danrem didampingi Ketua Persit KCK
Koorcabrem 042 PD II/SWJ, Ny. Vera Elphis dan dihadiri oleh Kasrem
042/Gapu Letkol Arh Hary Sassono Utomo, Para Dandim jajaran Korem
042/Gapu, Dan/Ka Satbalakrem 042/Gapu, Para Kasi Rem 042/Gapu, Para Pa
Staf Sus Rem 042/

Updated: Oktober 15, 2019 — 05:36